Jangan Ikut Kartu Jakarta Pintar… ya yah….

Oleh : suryo sekar pratiwi

Tidak seperti biasa aku harus makan malam sebelum mandi. Semua gara gara aku tidak langsung mandi begitu sampai rumah.

 

Tiwi : Ayah nggak usah mandi, maem sekarang yuk…

Aku : Lah ayah bau dong…

 

Tiwi : Ya ayah sih, dari tadi main computer aja, dari tiwi udah goreng tempe bikin nasi, nggak mandi mandi. Sekarang semua udah siap, aku juga udah laper…. Ayo maem…

Aku : iya dech.. ayah salah.. maaf ya sayang….

 

Dan seperti biasa ritual makan bersama juga ada ibu, dan hari ini nggak ada kakak yang lagi ada acara makan diluar. Dalam obrolan makan malam kali ini ada cerita Kartu Jakarta Pintar.

 

Ibu :Yah ini ada pemberitahuan dari sekolah, kart Jakarta pintar. Kalo mau ngurus…

Aku : Boleh tuh, sekolah gratis di Jakarta dong..

 

Tiwi : Ayah nggak boleh ngurus Kartu Jakarta Pintar..

Aku : Lah emang kenapa ? itu khan kartu sekolah gratis untuk warga Jakarta, Kita sudah jadi warga Jakarta, jadi setiap anak sekolah harus punya kartu Jakarta Pintar ta….?

 

Tiwi ; Enggak ayaaah…  itu untuk warga yang tidak mampu… Jadi pake keterangan miskin RT RW…. Kita khan bukan keluarga miskin….

Aku : o.. gitu ya, ayah belum baca sih…

 

Tiwi : Kalo kita ikut ndaftar, berarti kita nggak mensyukuri kemampuan kita.. dan bisa jadi do’a biar kita jadi miskin… Tiwi nggak mau kalo dido’akan miskin…

Aku ; ha ha ha ha ha… iya iya… ayah nggak ngurus, lagian ayah belum baca suratnya, nggak tahu kalo ada syarat jadi miskin dulu biar dapat kartu Jakarta Pintar….

 

Ya Allah…. terimakasih telah KAU titipkan padaku anak yang bisa memahami hak, tidak ada niat anakku, malaikat kecilku untuk mengambil hak orang lain adalah sebuah kebanggaan yang luar biasa.

Ya Allah.. mampukan aku untuk selalu bisa menjaga kebaikan yang sudah dia miliki….

https://www.facebook.com/notes/10221994866408330/

Dipubliksikan pada 22/02/2013

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Anakku Belajar Politik dari TV

Anakku Belajar Politik dari TV

Obrolan Malam minggu (17/11) dengan anakku, Suryo Sekar Pratiwi yang belum genap 12 tahun menjadi obrolan politik pertama kali yang menarik dengannya.

Bermula dari duduk di ruang keluarga nonton TV chanel RCTI pukul 17:00, kebetulan acara kuis kebangsaan WIN HT. Sudah lama nggak nonton, maka jadilah obroran dengan Suryo Sekar Pratiwi yang  masih kelas 6 SD.

Ojek GOWES Trans Jakarta Untuk Jakarta Go Green

Ojek GOWES Trans Jakarta Untuk Jakarta Go Green

Dengan catatan khusus dalam hal jarak tempuh yang melelahkan dari shulter ke titik tujuan, maka di beberapa tempat telah dijadikan peluang oleh ojek (sepeda motor). Menjadi catatan tersendiri dan menarik adalah ketika tersedia ojek sepeda angin (Gowes) yang dalam hal penataan mereka diberikan jalur khusus.

Lidah Wajah dan Tingkah

Lidah Wajah dan Tingkah

Dalam pelajaran manajemen kepepimpinan jawa dikenal istilah ”jinaganing ilat, ulat, ulah mrih tansah asah, asih lan asuh”. Dalam terjemahan bebas bahasa Indonesia istilah tersebut mungkin bermakna lidah, wajah dan tingkah yang harus selalu diperhatikan dan dijaga oleh seorang pemimpin untuk selalu mampu mencerdaskan, mensejahterakan dan melindungi.